Rapat Komite MA Tajul Ulum Brabo TA 2026/2027, Soroti Kedisiplinan Siswa dan Sinergi Madrasah-Pondok

  • Agu, 15, 2026
  • 3 minutes Read

Brabo, ma.tajululum.id — MA Tajul Ulum Brabo menggelar Rapat Komite Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat MA Tajul Ulum.

Rapat diawali dengan pemaparan program kerja madrasah untuk satu tahun ke depan oleh Kepala Madrasah, Bapak Tofikhul Hidayat, S.Pd. Setelah itu, dilanjutkan dengan tanggapan, masukan, dan serap aspirasi oleh Ketua Komite dan anggota komite.

Ketua Komite, Bapak Sumadi, dalam tanggapannya menyampaikan persetujuan atas seluruh program yang telah dirancang.

“Saya mengikuti semua keputusan rapat, program yang dirancang sudah baik,” ujarnya.

Selanjutnya, Bp. KH. Muhammad Zaenal Arifin, S.Pd.I. menyoroti beberapa hal. Pertama, adanya kondisi yang terbalik dimana tuntutan madrasah untuk maju sangat tinggi, namun semangat belajar murid justru cenderung menurun. Ia juga menyoroti guru-guru baru yang masih minder dan kurang percaya diri dalam mengajar. Ia juga mengusulkan agar koordinasi antara madrasah dengan pondok, khususnya dengan Pak Tofik, dapat diperkuat agar pemberangkatan murid bisa lebih awal sehingga tidak terlambat masuk sekolah. Selain itu, ia mengusulkan agar pada acara PHBI dan PHBN mengundang alumni untuk sharing pengalaman.

Masukan cukup komprehensif disampaikan oleh Bp. KH. Abdurrochman, S.Pd. Ia mengkonfirmasi terkait penanganan siswa yang memiliki poin ketertiban lebih dari 100, apakah sudah ditangani sesuai prosedur. Menurutnya, jika madrasah sudah merasa tidak bisa mengatasi, maka harus dikembalikan kepada orangtua, karena anak yang tidak nyaman belajar akan menimbulkan banyak pelanggaran dan hasil yang tidak baik.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara guru, orangtua, BP/BK, dan kesiswaan dalam melakukan bimbingan kepada murid. Perlu adanya peninjauan ulang penanganan murid yang dimungkinkan untuk dikembalikan kepada orangtua (keluar).

Dalam aspek keagamaan, beliau mencatat bahwa pembudayaan ibadah jangan sampai menghilangkan nilai kesadaran. “Penting penyadaran murid agar lebih dekat dengan Allah SWT dengan melakukan ibadah secara sadar. Yang menentukan masa depan kita tidak hanya kita sendiri tetapi ada Allah SWT,” pesannya.

Ia juga menambahkan bahwa ekstrakurikuler menjadi bekal dan pengalaman berharga bagi murid di masa depan. Terakhir, ia mengusulkan plavonisasi atap aula MA Tajul Ulum.

Senada, Bp. K. Muchammad Chamim, S.Pd. menyampaikan dua poin penting. Dari sisi pembelajaran, ia mengingatkan bahwa yang dihadapi saat ini adalah Generasi Z yang selalu meminta alasan atas apa yang disampaikan. Maka ketika melakukan penanganan masalah, jangan langsung menjustifikasi kesalahan, tetapi ajak siswa untuk berpikir.

Dari sisi sarana prasarana, ia meminta agar segera diatasi terkait kotoran hewan di aula madrasah karena kaitannya dengan najis, salah satunya dengan pemasangan plavon.

Adapun kesimpulan dari Rapat Komite tersebut adalah:

  1. Peninjauan ulang penanganan murid yang kurang disiplin dengan pendekatan lebih humanis, bukan dengan justifikasi kesalahan.
  2. Plavonisasi atap aula MA Tajul Ulum Brabo untuk mengatasi masalah kebersihan dan kesucian tempat.
  3. Koordinasi intensif antara Madrasah dan Pondok terkait pemberangkatan murid putra dan putri agar tidak terjadi keterlambatan masuk sekolah.

Penguatan penyadaran murid dalam melaksanakan ibadah, bukan sekadar pembudayaan rutinitas.Rapat ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus bersinergi memajukan MA Tajul Ulum Brabo. []