Apel Awal Tahun Ajaran Baru, Kepala Madrasah Beri Pesan kepada Siswa untuk Fokus pada Tujuan

  • Jul, 16, 2025
  • 3 minutes Read

Brabo, InfoMATU – Mengawali Tahun Ajaran Baru 2025/2026, MA Tajul Ulum Brabo melaksanakan apel pagi, Rabu (16/7) di halaman madrasah. Apel diikuti oleh semua siswa, guru dan pegawai. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Bapak Tofikhul Hidayat, S.Pd. mengucapkan selamat datang dan bergabung menjadi satu keluarga MA Tajul Ulum Brabo kepada siswa baru kelas X. “Selamat datang dan selamat bergabung kepada siswa baru kelas X,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah juga memberikan motivasi kepada semua siswa untuk fokus dalam belajar dan berusaha untuk menggapai cita-cita. Tidak mudah terganggu dan terkecoh dengan hal-hal yang menggaggu konsentrasi dan fokus dalam belajar.

Bapak Tofik kemudian bercerita, suatu ketika pernah ada anak sekolah yang rajin, pintar dan selalu juara kelas memohon kepada orang tuanya untuk berhenti sekolah. Orang tua anak tersebut seketika terkejut, dan bertanya alasan ingin berhenti sekolah. Sang anak menjelaskan jika di sekolah banyak temannya yang tidak taat aturan, banyak yang tidur di kelas, tidak memperhatikan penjelasan guru, malas-malasan dalam belajar. Hal ini membuat semangat belajar sang anak menjadi turun, hilang fokus dan terkadang ikut malas-malasan.

Mendengar penjelasan sang anak, kemudian ibu anak tersebut bersedia mengabulkan keinginan anaknya dengan satu syarat. “Baik, akan ibu kabulkan permintaanmu, tetapi dengan syarat,” ucap Ibu anak tersebut.

Syarat yang diajukan sang ibu adalah meminta sang anak untuk berjalan mengelilingi lingkungan sekolah dengan membawa segelas air dan menjaga air tersebut agar tidak tumpah. Karena merasa mendapat lampu hijau permintaannya berhenti sekolah dikabulkan, sang anak segera melakukan permintaan ibunya. Dia membawa segelas air mengelilingi sekolahnya. Mulai dari halaman, ruang kelas, lantai satu, lantai dua, lantai tiga, ke perpustakaan, ke kantin hingga selesai kembali ke halaman. Selama berjalan itu sang anak terus fokus terhadap gelas yang dibawa dan menjaga air di dalamnya agar tidak tumpah. Dia tidak memperhatikan teman-temannya di sekolah.

Setelah selesai, sang anak pulang ke rumah dan menemui ibunya. “Gimana tadi di sekolah, kamu lihat ada teman-teman yang tidur, malas-malasan tidak,” tanya sang ibu.

Tidak, Ibu. Saya tidak melihat teman-teman yang tidur dan malas-malasan atau lainnya. Saya fokus terhadap gelas dan menjaga agar airnya tidak tumpah,” jawab sang anak.

Begitulah seharusnya kamu belajar di sekolah. Fokuslah pada dirimu sendiri, pada tujuan dan cita-citamu. Tidak perlu kau hiraukan teman-temanmu yang tidur dan bermalas-malasan. Kalau kamu bisa melewati itu semua, kamu akan menjadi orang yang hebat dan sukses,” jelas sang ibu.

Bapak Tofik menjelaskan, hikmah dari cerita tersebut adalah, dalam belajar di sekolah, pondok, rumah atau tempat lainnya, kita hanya perlu fokus pada diri sendiri dan tujuan yang ingin kita capai. “Kita harus fokus pada tujuan, bukan pada rintangan yang bisa mengganggu dan mengalihkan fokus kita,” jelas Guru Bahasa Inggris tersebut. []