Perwalian Dulu, ASTS Kemudian

  • Sep, 05, 2026
  • 2 minutes Read

Brabo, ma.tajululum.id – Ada yang tak biasa di Sabtu pagi, 5 September 2026. Jika biasanya siswa masuk gerbang madrasah hanya dengan tas punggung berisi beberapa buku Pelajaran untuk satu hari, pagi ini pemandangannya berbeda. Satu per satu siswa datang menenteng tas besar, bahkan menyeret koper. Bukan hendak berlibur. Di dalam koper-koper itu, terselip rapi baju seragam sekolah dan buku pelajaran. Hari itu seluruh siswa menuju ruang kelas masing-masing untuk mengikuti Kegiatan Perwalian Siswa.

Suasana kelas seketika berubah menjadi ruang curhat. Tidak ada papan tulis penuh rumus. Wali kelas duduk di dalam ruang kelas bersama anak perwaliannya. Satu per satu dipanggil, bukan untuk ditanya hafalan, tapi untuk dibina dan dicek kelengkapan seragam dan buku pelajarannya.

Isi koper yang baru saja dibawa pagi tadi pun tak luput dari pengecekan. Seragam sekolah dikeluarkan, dicek kelengkapannya, kerapihannya, atributnya. Buku pelajaran dan catatan yang baru saja dikeluarkan dari tas besar, dibuka dan diteliti.

“Sudah lengkap seragamnya? Bukunya ada yang tertinggal di rumah?” tanya seorang wali kelas sambil tersenyum, memeriksa.

Lebih dari itu, sesi ini menjadi sesi bimbingan dan konseling yang paling dibutuhkan. Ada siswa yang curhat tentang adaptasi kembali ke pondok, ada yang meminta motivasi menjelang asesmen, ada yang mendapat pembinaan personal dengan penuh kehangatan.

Kegiatan perwalian ini menjadi jeda yang menenangkan sebelum siswa memasuki agenda berat. Selesai perwalian, mereka akan melaksanakan Uji Kompetensi Khas Madrasah sebagai ciri khas MA Tajul Ulum, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ASTS Gasal 2026/2027.

Dari koper yang berat, kini beban di hati mereka terasa lebih ringan. Siap menghadapi asesmen dengan hati yang tertata. []